Soal Wacana PPKM Mikro di Pangkalpinang, Senator Alex: Diharapkan Putus Penyebaran Corona

Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus
Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Pangkalpinang – Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung mengkaji penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Pangkalpinang. Anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Babel, Alexander Fransiscus meminta Satgas bersama Pemda menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum memutuskan menerapkan PPKM Mikro di Pangkalpinang.

“Persiapkan dengan matang segala kebutuhan jika Satgas memutuskan menerapkan PPKM Skala Mikro di Pangkalpinang. Karena jika pemda kurang siap, penerapan PPKM Mikro tidak akan efektif menekan penyebaran virus Corona (Covid-19),” ungkap Alexander Fransiscus, Selasa (23/2/2021).

Rencana penerapan PPKM Mikro muncul menyusul kembalinya Pangkalpinang masuk dalam daftar zona merah Corona. Ada kenaikan 10,7% kasus Corona di Pangkalpinang di Babel, di mana sebanyak 38,96% berasal dari Kota Pangkalpinang.

Oleh karena itu, Satgas Covid Babel membuka wacana penerapan PPKM Skala Mikro apabila kasus baru terus bertambah. Alexander menilai jika penyebaran Corona di Pangkalpinang sulit dikendalikan, penerapan PPKM skala Mikro seperti yang digalakkan pemerintah pusat bisa menjadi alternatif.

“PPKM skala mikro di Pangkalpinang diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Apalagi kasus meninggal akibat Covid naik 80% di Babel, di mana 43% kasus kematian berasal dari Kota Pangkalpinang, cukup tinggi,” kata Anggota Komite II DPD RI itu.

Pemprov Babel sudah sejak beberapa waktu ini membuka wacana PPKM Skala Mikro di Pangkalpinang. PPKM skala mikro akan diterapkan dengan memberikan fasilitas untuk survei berupa swab antigen sebanyak 30 ribu yang ada di Babel untuk kemudian disampaikan langsung ke puskesmas-puskesmas.

“PPKM skala Mikro ini kan berbasis RT. Akan ada pos-pos satgas juga di puskesmas. Kita harapkan bisa efektif apabila jadi diberlakukan,” sebut Alexander.

Senator muda ini pun menekankan pentingnya program 3T berbasis puskesmas untuk menghentikan penyebaran Corona di Babel, khususnya di Pangkalpinang. Alexander juga mengajak peran aktif masyarakat membantu pemerintah menangani pandemi di Babel.

BACA JUGA :  DPD RI Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Peredaran Daging Celeng

“Testing, tracing, dan treatment jangan kendor. Karena 3T merupakan upaya untuk menyetop penyebaran Corona di tiap-tiap klasternya,” ucapnya.

“Kemudian juga optimalkan Kampung Tegep Mandiri (KTM) yang menjadi posko di tingkat kelurahan atau desa. Program ini bisa diintergrasikan dengan penerapan PPKM Skala Mikro,” sambung Alexander.

Seperti diketahui Kota Pangkalpinang kembali berstatus zona merah setelah sebelumnya Babel keluar dari daftar daerah berisiko tinggi Corona. Per Senin (22/2), total kasus Corona di Babel sudah berada di angka 6.864 orang.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan masyarakat Babel untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan pandemi.

“Babel sebelumnya jadi salah satu provinsi yang bisa menekan penyebaran Corona. Mari sama-sama menjaga agar Babel bisa kembali menjadi zona hijau. Peran masyarakat sangat besar untuk bisa mencapai target tersebut,” ujar LaNyalla. (ijs/elz)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga