Gelar RDP Soal Perayaan Jenazah Covid-19, DPRD Siantar Singgung 2 Surat RSUD dr Djasamen

Ilsutrasi kantor DPRD Kota Pematangsiantar. (Foto: IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pematangsiantar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas jenazah pasien Covid-19 yang dipestakan adat Batak selama tiga hari di rumahnya, Kamis (4/3/21).

RDP yang dipimpin Ketua Komisi I Andika Prayogi Sinaga itu digelar berdasarkan surat laporan masyarakat kepada pimpinan DPRD Kota Pematangsiantar.

Dalam RDP itu, Andika sempat menyinggung permasalahan terkait adanya dua surat keluar dari RSUD dr Djasamen mengenai hasil swab. Sebab, satu surat menyatakan seorang pasien meninggal dunia positif Covid-19, sementara hasil yang diterima oleh pihak keluarga dinyatakan negatif.

Setelah melakukan RDP secara tertutup, Andika menyebut pemeriksaannya diserahkan ke Inspektorat.

“Kita tadi sepakat untuk menyerahkan hal ini kepada Inspektorat untuk menindaklanjutinya, kita kasih waktu selama 21 hari untuk menyelidiki siapa-siapa yang terlibat mengenai dua surat yang dikeluarkan RSUD Djaasamen,” ujarnya, dikutip dari MISTAR.ID.

Rapat tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), Inspektorat, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dan Puskesmas Marimbun

Awalnya, RDP yang digelar terbuka untuk umum itu dihadiri Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Pematangsiantar Daniel Siregar, Kepala Dinas Kesehatan dr Ronald Saragih, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Djasamen Saragih drg Rumondang Sinaga, dan Plt Kepala Inspektorat Junaedi Sitanggang.

Namun, atas saran dari Kepala Inspektorat, RDP akhirnya digelar secara tertutup.

Untuk diketahui, ada laporan terkait persekongkolan pemufakatan kejahatan pidana antara pihak RSUD dr Djasamen Saragih dengan pihak keluarga seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Seorang warga pria berinisial JT melaporkan hal tersebut kepada pimpinan DPRD Pematangsiantar. Ia menyebut ada seorang pria pasien Covid-19 berinisial HH meninggal dunia pada hari Rabu (27/1/2021) lalu.
Namun begitu, meski pemulasaran pemakaman jenazah Covid-19 tidak dilakukan, jenazah justru dibawa pakai ambulans ke rumah di seputaran Kecamatan Siantar Marimbun. Dan, di rumah itu diadakan acara adat Batak selama 3 hari.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  DPRD NTB Angkat Bicara Soal Zulkieflimansyah Tak Terapkan Prokes di Kolam Renang

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga