Dedi Sarankan Pemprov Bersiap Hadapi Banjir DKI

Dedi Supriadi. Sumber: pks.id

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Dedi Supriadi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk melakukan pengecekan seluruh sistem pengendalian banjir di Jakarta. Pasalnya, wilayah ibu kota kerap kali dilanda banjir disaat intesitas hujan makin intens seperti yang terjadi baru-baru ini.

“Hal yang sudah dilakukan untuk mengendalikan banjir harus di cek, diintensifkan dan juga mitigasi bencana diperkuat,” ujarnya, Kamis (21/1/2021)

Dedi menyarankan, Pemprov DKI harus lebih pro-aktif dan antisipatif menghadapi potensi curah hujan tinggi. Ia juga mengatakan sinergi antar seluruh pihak terkait harus semakin kuat, khususnya Dinas Sumber Daya Air (SDA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Menilik tahun 2020 lalu, banjir cukup besar pada awal Januari hingga Februari, Jakarta dilanda banjir dengan curah hujan terbesar dalam 30 tahun terakhir.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan Pemprov DKI, yaitu memastikan fasilitas pompa banjir berfungsi dengan baik di titik-titik rawan banjir.

Selanjutnya, Politisi PKS ini menyarankan untuk memeriksa daya tampung sistem polder di kawasan utara Jakarta serta setu dan waduk berfungsi secara optimal dalam menampung air.

Pemprov DKI juga diminta untuk memastikan berfungsinya peralatan pemantau curah hujan dan pergerakan ketinggian air pada titik-titik yang menjadi pusat aliran air di Jakarta seperti di wilayah perbatasan dengan Jawa Barat.

Dedi juga menyoroti kondisi pengungsian jika banjir menyebabkan warga harus mengungsi dimana kondisi DKI masih pada puncak pandemi Covid-19.

“Perlu perhatian ekstra dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Perlu diantisipasi jangan sampai tempat pengungsian korban banjir menjadi klaster penularan Covid-19,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemprov DKI harus melakukan tindakan pengelolaan sistem drainase seperti pengangkatan lumpur gorong-gorong, sungai bahkan danau dan setu.

BACA JUGA :  Gelar Rapat Bersama DKP, DPRD Gorontalo Utara Minta Pembuatan Skema Penempatan Rumpon

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkkan peringatan dini di DKI Jakarta dan sekitarnya berpotensi mengalami cuaca ekstrem yakni hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

(HMD/IJS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga