Kantor DPRD Halsel Retak Akibat Gempa, Pegawai Kerja di Teras dan Musala

Gedung DPRD Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Foto: Hasil tangkap layar video unggahan ANTARANEWS.com)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Jakarta – Kepala Bagian Umum Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan (Halsel) Indra Faris mengungkapkan, bangunan kantor DPRD mengalami kerusakan akibat dihantam gempa bumi, bahkan sejumlah bagian dinding dari lantai I dan II retak.
Seperti diketahui, usai dihantam gempa bumi magnitudo 5,2 pekan lalu, bangunan kantor tersebut retak-retak.

“Saat ini, kami yang beraktivitas di kantor DPRD Halsel, mulai khawatir karena kondisi bangunan yang kami tempati saat ini rusak akibat gempa baru-baru ini,” katanya, dikutip dari kumparan.com, Rabu (3/3/2021).

Saat ini, ungkap Faris, para staf dan anggota DPRD lebih memilih bekerja di teras atau pojok bangunan yang dirasa aman, kecuali bila ada agenda rapat.

“Untuk anggota DPRD Halsel kalau ada rapat baru aktivitas di dalam ruang, kalau tidak mereka memilih berada di teras kantor,” jelasnya.

Karena itu, Pegawai Dinas Perumahan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mengaku tak nyaman bekerja di kantor. Hal yang sama pun dirasakan anggota DPRD dan staf Sekretariat DPRD Halsel.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Kota Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) LH Kabupaten Halsel, Irwan Hi. Mustafa membenarkan bangunan kantor yang retak tak layak lagi digunakan.

Di Disperkim, ungkap Irwan, pegawai memanfaatkan bangunan musala untuk bekerja lantaran khawatir adanya gempa susulan.

“Setelah tim teknis melakukan pemeriksaan, kantor tersebut tidak layak lagi digunakan. Kami saat ini melakukan aktivitas di musala,” katanya.

(Afg/IJS)

BACA JUGA :  Cuma Anies yang Dipanggil Polisi, Politisi Demokrat: Dia Jadi Target?

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Baca Juga